Tuesday, April 19, 2016

Cerita Tentang Luka

percayalah
bukan kau saja
setiap dari kita terluka
barangkali luka hatiku lebih parah dari apa yang mengoyak hatimu
barangkali luka hatinya lebih dalam dari apa yang sedang kau pendam
tidak perlu engkau dakwa dakwi kononnya engkau yang paling sakit
lukamu paling perit
atau nafasmu paling sempit
tidak perlu!
saat engkau sibuk meratapi nasib sendiri
jangan pernah lupa orang lain juga makan hati
bahkan demi hidup
ada yang terpaksa menagih simpati
barangkali engkau tidak tahu
ada yang diam2 terluka dengan tingkahmu
ada yang memendam seribu rasa lalu mengharap keadilan pada saat perhitungan di hari pembalasan
engkau?!!
masih tidak jemu merafak keluhan
sudahlah.
malu mahu mengaku hamba jika masih menuntut sempurna
malu mahu mengaku tabah jika lisan terus basah dengan keluh kesah
sungguh
malulah dengan ALLAH!

No comments:

Post a Comment

Jom Mengomen...